V-Ray for SketchUp – Bump and Displacement – tutorial

Advertisements

Membuat efek air di Vray Sketchup

Hai all.. dikarenakan banyak yang pada nanya, saya coba buatkan tutor tentang material water di SU, walaupun saya juga masih belajar2.. semoga bermanfaat 

Download dulu file sketchup “water_ferry_start.skp” di link berikut.
http://www.4shared.com/file/6tq_tVdU/sce…ial-t.html
Buat sendiri,kalau bisa…ya kalau gak bisa silakan download di link atas…
Saya pakai sketchup7 dengan vray 1.48. Bisa dipakai juga untuk sketchup 8 keatas. Dan satuan unit yang saya pakai adalah millimeter.
Setelah anda buka file nya, akan didapati tampilan seperti gambar berikut
[Image: 1-tampilan-awal.jpg]
Bila ada material yang hilang, saya sudah menyertakan didalam file zip yang anda download.
Klik pada “Option 1” scene untuk kita otak atik variasi water untuk option pertama. Di option ini, kita coba membuat material water tanpa menggunakan bitmap, hanya menggunakan noise pada bump.
Disini tidak saya jelaskan tentang render setting, melainkan khusus untuk water nya saja. Diluar ini, bisa ditanyakan lebih lanjut. Nah, apabia anda klik render di tombol “Render” vray, maka akan anda dapati gambar seperti berikut
https://i2.wp.com/i200.photobucket.com/albums/aa154/teknikarsitek/Tutorial/vray-water/2-render-awal-opt-1.jpg
Yang saya tandai itu adalah water yang akan kita otak atik. Select/pilih object water tersebut. Lalu anda buka window Material vray nya. Disana sudah terdapat 4 material yang telah terpakai untuk scene ini.
Kita buat material baru, caranya, klik kanan pada tulisan “Scenes Materials”, lalu “Create Material”, lalu pilih “V-ray Default Material”. Setelah itu, akan didapati material baru, klik kanan pada nama material baru ini, pilih “Rename Material” lalu isi dengan nama “water_option1” atau nama yang memudahkan anda mengingat. Disini ditujukan supaya kita lebih disiplin pada penamaan material sehingga nantinya akan memudahkan kita juga dalam bekerja menggunakan vray sketchup.
Di material option 1, anda ikuti langkah berikut
1. Ganti warna diffuse ke warna hitam pekat.
2. Ganti warna transparant ke warna putih (pure white 255,255,255) yang artinya benar-benar transparan.
3. Klik kanan pada nama material, lalu pilih “Create Layer” -> pilih “Refraction”
lihat gambar berikut
https://i1.wp.com/i200.photobucket.com/albums/aa154/teknikarsitek/Tutorial/vray-water/3-material-opt1.jpg
4. Di gambar berikut, kita rubah nilai IOR menjadi 1.33. tapi anda bisa bereksperimen sendiri dengan nilai tersebut. Nilai ini akan berpengaruh pada pembiasan tembus pandang water.
https://i2.wp.com/i200.photobucket.com/albums/aa154/teknikarsitek/Tutorial/vray-water/4-refract-layer.jpg
5. Lalu, ubah warna “Color” pada bagian Fog. Warna ini merupakan warna dari air. Anda bisa memilih warna biru muda atau hijau muda sesuai selera. Saat ini, kita coba masukkan warna RGB nya 238,255,255, biru muda yang muda banget.
6. Ubah “Color Multiplier” ke 0.05. nilai ini adalah nilai kepekatan dari warna air yang kita pilih di langkah kelima. Anda bisa bereksperimen sendiri nantinya.
7. Lalu, ubah nilai “Refraction Max Depth” secara default adalah -1, ubah menjadi 5. Settingan ini saya ambil dari settingan material vray di 3dsmax vray. Nilai nya bisa diantara 5 hingga 10.
8. Lalu, apply material tersebut ke object water kita di scene. (disarankan apply ke group dan juga face object didalam group supaya lebih meyakinkan).
hingga langkah ke 7 ini, bila anda render, maka seharusnya akan terlihat seperti gambar berikut
https://i2.wp.com/i200.photobucket.com/albums/aa154/teknikarsitek/Tutorial/vray-water/8-preview1.jpg
jika dilihat, material sudah hampir mendekati, tapi refleksi/pantulan air nya masih belum ada. Nah, langkah berikutnya ikutin saja.
https://i0.wp.com/i200.photobucket.com/albums/aa154/teknikarsitek/Tutorial/vray-water/9-reflect-layer.jpg
9. Klik kanan pada nama material water opt1, lalu “Create layer”, pilih “Reflection”.
10. Di tulisan “m” di gambar yang saya tandai nomer 10 itu, klik dan akan muncul window seperti gambar berikut
[Image: 10-fresnel-layer.jpg]
11. Dibagian kiri, di slider yang secara default adalah “None”, anda pilih “TexFresnel”, lalu ganti nilai IOR menjadi 1.33.
12. Ubah juga nilai “Refract IOR” menjadi 1.33. anda bisa bereksperimen dengan kedua nilai IOR tersebut antara 1.33 sampai 1.55. setelah itu klik “OK” dan window ini akan tertutup.
bila anda render, maka seharusnya
https://i2.wp.com/i200.photobucket.com/albums/aa154/teknikarsitek/Tutorial/vray-water/12-preview2.jpg
hingga tahap ini, refract dan reflect sudah bisa membuat water terlihat lebih real. Namun kita akan tambahkan lagi noise supaya water terlihat bergelombang.
https://i0.wp.com/i200.photobucket.com/albums/aa154/teknikarsitek/Tutorial/vray-water/13-bump-noise.jpg
13. Di material kita option1, lihat di bagian Maps, lalu centang kotak pilihan “”Bump”.
Lalu ganti nilai 1.0 itu menjadi 0.5. nilai ini adalah kekuatan naik turun bump secara vertical. Anda bisa bereksperimen sendiri. Semakin besar, maka riak akan semakin terangkat makin tinggi secara vertical.
lalu klik tanda “m”. di window baru, pilihan None, anda pilih “TexNoise”
[Image: 14-noise.jpg]
14. Di bagian “Size” anda ganti nilai default 1.0 menjadi 8.0. angka tersebut adalah besaran riak air secara horizontal. Semakin besar nilai nya, maka riak akan membesar pula. Ini cocok untuk air di kolam renang. Sedangkan untuk air di laut, anda bisa bereksperimen dengan size 12 sampai 15.
15. Finish. Dan coba render. Maka anda jumpai seperti gambar berikut.
https://i1.wp.com/i200.photobucket.com/albums/aa154/teknikarsitek/Tutorial/vray-water/15-option1-finish.jpg

Bekerjalah Dengan Ikhlas Hai Arsitek Muda

BE GRATEFUL

Hidup ini mudah jika kita terbuka. Terbuka melihat hal-hal kecil di sekitar kita, terbuka menerima cobaan yang sedikit menghambat perjalanan kita, terbuka dalam berpikir begitu beruntungnya kita jika dibandingkan dengan orang lain, dan masih banyak lagi keterbukaan yang harus kita lakukan dalam menyikapi hidup. Untuk selanjutnya kita perlu berterima kasih kepada Tuhan atas takdir-Nya yang  indah untuk kita. Itulah Bersyukur.

Berbeda dengan kisah ini :

Seorang arsitek memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya. Dia ingin istrahat dari bisnis perumahan dan menjalani kehidupan yang beru bersama keluraga dan anak-anaknya. Dia sudah merasa jenuh dengan pekerjaannya dan kehilangan motivasi.

Pimpinannya merasa kehilangan seorang arsiteknya yang andal. Dia meminta agar sang arsitek membuatkan satu lagi rumah sebagai kenang-kenangan. Sang arsitek menyetujuinya. Tapi karena dia sudah kehilangan motivasi, dia membangun rumah itu dengan asal-asalan. Menggunakan material yang tidak bagus.

image

Ketika pekerjaannya sudah selesai, sang arsitek mendatangi pimpinannya di kantornya. “Pak rumahnya sudah selesai, dan saya mau mengundurkan diri sekarang”, kata sang arsitek.
“Oke”, pimpinannya menyahut, “Mari kita lihat hasil pekerjaanmu”.
Saat melihat-lihat rumah tersebut pimpinannya mendekati sang arsitek dan berkata, “Ini adalah rumahmu”, sambil menyerahkan kunci rumah tersebut. “Ini sebagai hadiah dari saya atas pengabdianmu selama ini.” Sang arsitek terkejut dan tidak menyangka. Dia terharu atas pemberian dari pimpinannya. Tetapi dalam hati dia merasa malu. Dalam hati dia berkata, “Seandainya aku tahu bahwa ini adalah rumahku, maka aku akan membangunnya jauh lebih bagus lagi dari sekarang. Aku akan membangun dengan material kualitas nomor satu.” Dia menyesal dan dia akan tinggal di dalam rumah yang dia bangun sendiri dengan kualitas yang asal-asalan.
hmm… itulah sebuah penyesalan yang cukup pelik, lalu… bagaimana dengan kisah ini :

Seorang arsitek yang penuh motivasi ini sangatlah berjasa bagi Perusahaan Konseling Arsitek’nya. Sehingga Pimpinannya merasa bangga telah memiliki seorang arsitek yang andal. Sebagai hadiah atas jasanya selama ini, Pimpinannya ingin memberikan hadiah berupa rumah tinggal. Karena Pimpinannya mengetahui bahwa Arsitek berbakat ini hanya tinggal dalam sebuah rumah kontrakan kecil.

Suatu hari, proyek rumah tinggal yang dikerjakan dan ditujukan untuk sang arsitek muda yang berbakat ini telah selesai dengan sangat baik. Lalu esok harinya Pimpinanya menuju ke kontrakan tempat tinggal Arsitek ini. “tok tok toksuara ketukan pintu itu memberi kesan kesederhanaan dibandingkan dengan suara “bel yang beragam. Pintupun dibukakannya, namun ternyata bukan Arsitek muda kesayangannya, melainkan Ibunda yang sudah terlihat tua namun tetap terlukiskan senyuman diwajahnya. Lalu Ibunda dari anak berbakat itu memanggilkan anak semata wayangnya setelah mempersilahkan duduk tamunya. Setelah bertatap muka dan menyampaikan maksud dan tujuan dari kehadiran Pimpinanya tiba-tiba Ibunda merasa sangat kesal hingga ingin mengusir sang Tamu atas percakapan yang baru saja didengarnya.“Nak, proyek kemarin yang kamu buat ternyata ada yang mau membelinya.” Kata sang Pimpinan. “tapi bukannya itu buat anakku?” menyela percakapan panjang anaknya dan sang Pimpinan, yang awalnya terlihat menyenangkan. “iya bu, tapi ada sahabat saya yang menyukainya dan ingin membelinya. Saya pun tidak enak untuk menolak tawaran sahabat saya itu.” jelas sang Pimpinan. Ibunda Arsitek muda itu pun hanya terdiam dan mencoba sabar menahan kekesalannya.Terdengar pula suara merdu dari mulut sang Arsitek “Tidak apa-apa Pak, mungkin Tuhan akan berkehendak lain, pakai saja.. toh saya masih bisa menempati rumah kontrakan yang memberikan banyak sekali inspirasi untuk membangun bangunan yang lebih dewasa dari rumah ini”. Puji Syukur atas keikhlasan dan kebaikan hatinya, lalu Pimpinanya pun berterima kasih banyak dan meminta maaf atas keputusannya. dengan menyampaikan kata-kata terakhirnya sebelum meninggalkan rumah sang Arsitek muda itu ; “Nak, Semoga amal-amalmu menjadikan pondasi yang kuat bagi rumahmu di SurgaNya”.